South Korea (Part 1): Cobaan Anak Rantau

travel

Ini pertama kalinya saya going abroad dan langsung memilih Korea Selatan sebagai tujuan pertama, kenapa? Karena acara reality show “Running Man” hahaha, sebenarnya saya dan kakak saya adalah Running Man addicted, tapi yah maaf yah mas bro saya duluan hehe, kesana lagi juga mau kok. Y x g kuy, hehe. Alasan kedua adalah tiketnya murah. Emang ya tiket ke luar negeri selalu lebih murah ketimbang di negara sendiri. Tapi tetep aja, Indonesia paling keren kemana-mana.

Pernah denger berita kenapa tiket untuk pergi di dalam negeri lebih mahal ketimbang ke luar negeri. Anda tau? Jawabannya sungguh sangat sepele, tapi memang begitu kenyataannya.

Orang Indonesia banyak yang lebih memilih pergi ke luar negeri daripada di negeri sendiri mostly sih dengan alasan mahal, memang tidak ada salahnya untuk pergi kemanapun, tapi jangan sering-sering, masa kalian jauh lebih memilih memajukan negara asing ketimbang negara sendiri sih? Padahal kalau sejak awal orang Indonesia mau pergi especially wisata di dalam negeri, harga tiket pasti akan jatuh jauh lebih murah dari yang ada sekarang ini. Tidak ada kata terlambat kok. Tiket bisa berubah jadi murah kapanpun, jadi ayo ramaikan wisata Indonesia! Negara dengan alam yang keren gini kok dianggurin sih? Hahaha.

Ok. Back to topic.

Karena sikap rajin saya untuk cek traveloka, skyscanner, air asia, dan app travel lainnya ketimbang buat paper kuliah.Tiba-tiba saya nemu tiket ke Korea murah dan pesawatnya pun bagus. Gak tanggung-tanggung saya langsung mengontak teman-teman kuliah saya yang se-jurusan dulu, siapa yang mau join. “Gue sol, tapi bayarin” … Lalu, saya mengontak teman saya disemua jurusan yang ada. Hasil? Syukurlah dapet anak management hahaha. Cynthia dan Jj. Dan untungnya lagi mereka anaknya selow aja gitu, apa-apa langsung cus aja.

Setelah dapet temen, baru saya ngabarin orang tua saya, awalnya sih gak dikasih izin, namun dengan segala bujuk rayu, akhirnya pun LOLOS, berasa 2x bikin visa. Kamsahamida ayahanda dan ibunda yang zuperrr baik!

Walaupun saya di Jakarta juga sering pergi tapi saya gak hedon, paling makan aja sama transport itupun iuran, saya sering nabung. Tabungan saya pun gak sia-sia setelah beberapa lama dan bisa membeli tiket PP. Abis itu? ATM LUDES dalam beberapa detik dan saya gak bilang orang tua saya. Malamnya saya pinjem uang temen saya dulu 50k buat makan aja. Untungnya beberapa teman saya ada yang pinjam uang ke saya dan belum dibalikin ditambah tiba-tiba suatu malam ayahanda datang di lapangan futsal dideket asrama pas lagi lomba dan ngasih uang jajan, serta dapet kiriman makanan yang banyak dari Solo. PUJI TUHAN. Rejeki gak kemana.Maklum anak rantauan yang mencoba bertahan hidup.

Waktu booking nih ada aja ya halangan, jadi saya dan Cynthia ke atm sekitar jam 9 atau 10 malam. Biar gak ribet, saya dan Jj transfer ke rekening Cynthia. Saat saya mau transfer, uang udah terkirim ke rekening Cynthia, TAPI, di atm doi duit saya belum masuk! Kami mulai panik dan berusaha tenang, kami telepon ke bank beberapa kali tapi disuruh nunggu, hingga beberapa waktu kemudian kami telepon lagi dan diangkat syukurlah. Kami langsung konfirmasi, masnya super santai jawabnya, dan katanya uangnya lagi ketahan dan baru cair besok, katanya. Ok kami cukup tenang.

Kami kembali ke asrama dan saya memutuskan nginep di kamar Cynthia karena pagi-pagi kami harus ke atm lagi untuk cek ulang. Dan syukurlah, uang udah masuk dan kamipun langsung booking. Btw, kami booking bulan September untuk pergi bulan Maret. LAMA YA.

One mission accomplished.

#TrisVenture

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s