Passion?

photography, travel

My real story. Never easy to talk about it honestly. Respect is all I need. 

Dulu saya gak kepikiran mau kerja apa kalau udah gede. Tiap ditanya selalu jawab “Ibu rumah tangga yang punya usaha” entah saya terlalu polos atau apa tapi seenggaknya beda dari orang-orang yang bakalan jawab bakalan jadi dokter, guru, pilot, dll haha. Makin gede makin sadar kalau passion saya adalah buat traveling. Kemana aja boleh yang penting jalan-jalan.

Waktu bayi sampai SMP saya sih masih nyantai-nyantai aja menikmati hidup dan masa-masa sekolah. Nah, waktu SMA ini yang sebenernya sangat santai tapi bakalan bingung kalau ditanya pas gede mau jadi apa atau “Mau ambil jurusan apa pas kuliah?” percayalah gaes, hati dan pikiran saya sangat riweuhhh saking bingungnya mau jawab apa. Saya cuma bisa bilang “yang sering jalan-jalan pokoknya” hingga salah satu teman saya bernama Thea penulis blog Soul Traveller bilang kalau mau jalan-jalan ambil jurusan International Relation (Hubungan Internasional). Dengan segala kepolosan saya, saya pun tertarik apalagi dibaca dari namanya aja kan ada internasionalnya tuh yekan siapa yang gak tertarik coba.

Jadi tiap ditanya mau ambil jurusan apa, dengan sangat percaya diri saya pasti bilang “ambil HI”. Orang tua sih ya pasti dukung apalagi beliau tau saya suka jalan-jalan tambah mantep lah.

Nah, waktu kuliah nih awalnya fine-fine aja, tugas, ujian pasti bisa dilewatin. Sampai ada acara debate workshop gitulah, diakhir acara Kaprodi saya a lil bit pidato dan beliau pun mengatakan sesuatu, sampai sekarang saya masih inget banget, “If you chose IR as your major so that you can travel” wah saya udah mulai seneng nih, excited lemes gitulah denger kelanjutnya.

“YOU ARE WRONG” …..

Kali ini saya lemes like literally lemes bruh mau mikir apalagi coba. Pilih HI yang bermodalkan baca artikel di internet karena gak ada pengenalan seputar HI di sekolah dan dengan modal “jalan-jalan”. Pikiran saya cuma “la anjos terus saya ngapain disini”. Guru SMA saya pun bilang di HI bisa jalan-jalan. Ya gak salah-salah banget sih, emang bisa jalan-jalan kalau di HI, tapi pas libur:)

Atau kalau misal berhasil jadi dubes atau diplomat atau lainnya, iya jalan-jalan tapi tetep jalan-jalannya sambil kerja, kerjaannya gak gampang pula, apalagi yang terpaksa. Pasti bakalan terasa berat. 

And I don’t like to work under pressure. Then I choose to be a freelancer. Bagi saya sukses bukan dengan dapet banyak uang. Sukses bagi saya adalah rasa bahagia, dimana saya bisa hidup bebas melakukan hal yang jadi impian saya dan uang adalah bonusnya.

Sampai saat itu sayapun berusaha keras bertahan dijurusan ini hingga Mei 2016 saya memutuskan untuk berhenti dan pindah. Sedih sih, gak cuma saya, tapi keluarga saya juga, dan kangen temen-temen juga. Tapi, ya demi passion traveling, apapun akan saya lakukan, karena buat apa bertahan disuatu hal yang sama sekali bukan “saya”. Emang setiap keputusan itu ada resikonya. Tapi saya gak takut, pokoknya maju terus aja dan terus andalkan 4B saya dan dukungan keluarga saya.

photogrid_1449478272902

Saya, waktu masih bangga jadi anak HI, @America

Jadi, apakah ini kesalahan? Saya anggap ini sama sekali bukan kesalahan tapi pelajaran yang sangat berharga buat saya untuk di kehidupan selanjutnya.

Nah, bicara soal passion, berarti udah jelas pekerjaan impian saya adalah jadi seorang traveler dan fotografi adalah sampingannya. Mungkin banyak orang diluar sana yang juga sama seperti saya atau bahkan tetap bertahan dijurusan itu karena banyak faktor. Its okay karena setiap orang punya pemikiran yang berbeda. Yang penting ikuti kata hati dan percaya pada mimpi karena bakalan ada banyak orang yang memberikan saran yang entah itu bakalan berhasil pada kalian atau untuk orang itu sendiri karena kemampuan tiap orang kan berbeda ya gaes dan juga kritik even “judge”, gak usah didenger atau jadikan motivasi, yang penting jalan terus.

My mistake makes me learn and think in different way. And it makes me grow up as more strong person. Dunia keras.

Kalau kalian punya tanggapan yang lain, silakan comment dan “don’t forget to respect” karena ini cerita saya.

#TrisVenture

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s